5 Cara Agar Bisnis Anda Bertahan Di Era Pandemi

Tidak hanya di bidang pemasaran saja namun juga proses bisnis lainnya seperti pemanfaatan e-money atau aplikasi switch dalam metode pembayaran tanpa biaya admin. Sehingga pebisnis dapat memanfaatkan fitur diskon dan potongan ongkir yang dapat menarik perhatian dan minat beli konsumen. Digitalisasi yaitu teknologi yang berproses peralihannya dengan media sosial saat ini yang berbentuk digital.

Setelah itu, Anda dapat mengelompokkan topik atau kata kunci yang mereka minati agar bisnis Anda dapat memberikan konten yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka saat ini. Dengan menggunakan alat yang tepat, Anda dapat menganalisis data online untuk mengidentifikasi siapa yang membaca konten tentang Virus Corona dan jenis konten apa yang mereka baca. Bahkan pelanggan mulai mencari sendiri apa itu Virus Corona dan membeli produk sesuai dengan kebutuhan mereka untuk beberapa minggu kedepan agar melindungi diri dari penularan.

Sederhana saja, ruang yang tadinya untuk tempat makan pengunjung, diubah menjadi mini-outlet yang menjual frozen food secara on-line, lewat e-commerce ataupun lewat delivery order. Frozen meals yang dijual merupakan multiproduk, mulai dari bebek penyet dan goreng beku, ayam geprek beku, bakso dan otak-otak beku, dan banyak lainnya. Outlet-outlet ini khusus ditempatkan di kota-kota besar yang memang memiliki layanan serta jaringan mitra GoFood dan GrabFood yang luas. Model bisnis makanan ini hanya memerlukan satu ruangan sebagai gerai, dengan satu staf dan satu koki berpengalaman.

Bertahan bisnis di masa pandemi ini

Untuk bisa bertahan, CEO Zode, Edward D mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan para pelaku usaha agar bisa bertahan di tengah pandemi. Langkah kedua yang harus kamu lakukan agar usaha yang kamu jalani tetap bertahan di tengah pandemi Corona adalah dengan membuat program penjualan yang menarik seperti program “Marketing In Crisis”. Cara lain, lakukan penjualan di marketplace Deposit Emoney yang sudah banyak penggunanya sehingga Anda tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan pelanggan yang melakukan pembelian pada produk Anda. Ada banyak market yang saat ini mendukung upaya pebisnis UMKM dan UKM untuk tetap bisa menjalankan usaha dengan dana terbatas.

Beberapa faktor tersebut membuat bisnis F&B sulit menjadi ‘korban’ dari krisis besar. Buat juga materi pemasaran dengan pesan yang bermanfaat agar pelanggan merasa terpikat dan membeli produk Anda. Persediaan stok yang cepat habis dan keterlambatan pengiriman akan lebih dimengerti oleh pelanggan lama dalam menantikan produk UKM Anda. Salah satu layanan perbankan rekomendasi terbaik untuk dipilih para pelaku UMKM di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (​PPKM) Darurat adalah Tabungan BRI Simpedes. Menurut dia, penjualannya meningkat hingga 250 persen dalam tiga bulan terakhir.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memindahkan risiko ke lembaga asuransi. Pelaku usaha dapat mengurus perpindahan risiko usaha mereka kepada perusahaan asuransi dengan membayar sejumlah premi. Risiko yang bisa diasuransikan tergolong cukup banyak dan melingkupi berbagai sektor usaha. Meskipun awalnya sempat jatuh saat menghadapi pandemi, terdapat dua ilmu baru, yaitu mengelola promosi serta penjualan produk secara on-line dan mengelola bisnis frozen food. Banyak gerai retail-nya yang tersebar di lima pulau kemudian berubah jadi pabrik frozen food.

Anda juga bisa memanfaatkan layanan pengiriman makanan dan barang agar tetap bisa menjangkau konsumen Anda. Intinya, pantau terus perilaku dan keinginan konsumen dan sesuaikan model bisnis jika dibutuhkan. Strategi pertama yang bisa dilakukan agar UMKM dan UKM tetap bertahan di tengah pandemi saat ini adalah dengan melakukan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Saat ini, pelanggan tentu membatasi pergerakan mereka dengan tetap berada di rumah saja agar tak terpapar virus. Maka Anda bisa mulai memasarkan produk secara digital, baik melalui media sosial, web site, atau market yang memiliki banyak pengguna.